- Selamat Datang di Garuda Sport Apparel
- Custom Jersey Printing
- Menerima Pemesanan Online Dari Seluruh Wilayah Indonesia
Offside dalam Sepak Bola: Pengertian, Aturan, Contoh, dan Hukumannya
Offside adalah salah satu aturan yang paling sering bikin bingung dalam sepak bola.
Kadang pemain terlihat sudah melewati bek lawan, tapi tidak dianggap offside. Kadang pemain tidak menyentuh bola, tapi tetap kena offside karena mengganggu pergerakan lawan.
Jadi, offside bukan sekadar posisi pemain lebih dekat ke gawang lawan.
Wasit melihat momen bola dimainkan, posisi pemain, posisi lawan, dan apakah pemain itu aktif terlibat dalam permainan.
Apa Itu Offside dalam Sepak Bola?
Offside adalah pelanggaran posisi yang terjadi ketika pemain berada di posisi offside lalu aktif terlibat dalam permainan setelah bola dimainkan oleh teman satu tim.
Dalam aturan IFAB Law 11, berada di posisi offside saja bukan pelanggaran. Pemain baru dihukum offside jika dari posisi itu ia ikut memengaruhi permainan, mengganggu lawan, atau mendapat keuntungan dari posisinya.
Artinya, pemain bisa saja berdiri di posisi offside. Tapi kalau ia tidak menyentuh bola, tidak mengganggu lawan, dan tidak mengambil keuntungan, permainan bisa tetap lanjut.

Kapan Pemain Berada di Posisi Offside?
Pemain dianggap berada di posisi offside jika memenuhi beberapa syarat.
Berada di Area Pertahanan Lawan
Pemain harus berada di setengah lapangan lawan.
Kalau pemain masih berada di area pertahanan sendiri, ia tidak bisa disebut berada di posisi offside. Garis tengah lapangan juga tidak dihitung sebagai area offside.
Lebih Dekat ke Garis Gawang Lawan
Pemain berada di posisi offside jika bagian kepala, badan, atau kaki lebih dekat ke garis gawang lawan dibanding bola dan pemain lawan kedua terakhir. Tangan dan lengan tidak dihitung dalam penilaian offside.
Biasanya, pemain lawan terakhir adalah kiper. Jadi pemain lawan kedua terakhir sering disebut sebagai bek terakhir.
Namun, ini tidak selalu kiper dan satu bek. Dalam situasi tertentu, bisa saja ada dua pemain selain kiper yang menjadi patokan.
Momen Dilihat Saat Bola Dioper
Offside dinilai saat bola disentuh atau dimainkan oleh teman satu tim.
Bukan saat pemain menerima bola.
Ini poin penting. Pemain bisa terlihat onside saat menerima bola, tapi tetap offside jika saat bola dioper ia sudah berada di posisi offside.

Kapan Posisi Offside Jadi Pelanggaran?
Pemain di posisi offside baru dihukum jika aktif terlibat dalam permainan.
Menyentuh atau Memainkan Bola
Ini contoh paling jelas.
Jika pemain berada di posisi offside saat bola dioper, lalu ia menerima atau menyentuh bola, maka itu pelanggaran offside.
Contohnya:
- Striker berdiri di belakang bek terakhir
- Gelandang memberi umpan terobosan
- Striker menerima bola dan berlari ke gawang
Jika saat umpan dilepas striker sudah berada di posisi offside, wasit akan menghentikan permainan.
Mengganggu Lawan
Pemain juga bisa dianggap offside meski tidak menyentuh bola.
Hal ini terjadi jika ia mengganggu lawan, misalnya menutup pandangan kiper, menghalangi gerak bek, atau menantang lawan untuk merebut bola. IFAB menjelaskan bahwa mengganggu lawan termasuk menghalangi pandangan, menantang bola, atau melakukan gerakan yang jelas memengaruhi kemampuan lawan memainkan bola.
Contohnya:
- Pemain offside berdiri di depan kiper saat temannya menembak
- Pemain offside menghalangi bek mengejar bola
- Pemain offside bergerak ke arah bola dan membuat lawan ragu
Dalam situasi seperti ini, wasit bisa memberi offside walaupun pemain tidak menyentuh bola.
Mendapat Keuntungan dari Posisi Offside
Pemain juga bisa dihukum jika mendapat keuntungan dari posisi offside.
Misalnya bola memantul dari tiang, mistar, kiper, atau lawan, lalu pemain yang sejak awal berada di posisi offside mengambil bola tersebut.
IFAB menyebut pemain bisa dianggap mendapat keuntungan jika memainkan bola setelah bola memantul, terdefleksi, atau diselamatkan oleh lawan dari situasi sebelumnya.
Contohnya:
- Tembakan teman membentur tiang
- Pemain yang berdiri offside mengambil bola rebound
- Pemain itu langsung menendang ke gawang
Situasi ini tetap bisa dihukum offside.
Kapan Pemain Tidak Dianggap Offside?
Tidak semua pemain yang berdiri dekat gawang lawan langsung offside.
Ada beberapa situasi yang membuat pemain tidak dihukum.
Sejajar dengan Bek Terakhir
Jika pemain sejajar dengan pemain lawan kedua terakhir, ia tidak dianggap offside.
Dalam praktiknya, ini sering sangat tipis. Itulah kenapa di pertandingan profesional, VAR bisa digunakan untuk mengecek garis offside.
Sejajar atau di Belakang Bola
Pemain tidak offside jika posisinya sejajar atau berada di belakang bola saat bola dimainkan.
Ini sering terjadi dalam serangan balik.
Contohnya, winger membawa bola ke depan, lalu mengoper ke striker yang posisinya sedikit di belakang bola. Meski striker sudah dekat gawang, itu bukan offside karena ia tidak berada di depan bola.
Tidak Aktif Terlibat dalam Permainan
Pemain yang berada di posisi offside tidak otomatis dihukum.
Kalau ia tidak menyentuh bola, tidak mengejar bola, tidak mengganggu lawan, dan tidak mendapat keuntungan, maka permainan bisa lanjut.
Ini sebabnya ada momen pemain terlihat offside, tapi wasit tidak meniup peluit.
Situasi yang Tidak Ada Offside
Ada beberapa situasi restart permainan yang tidak bisa langsung menghasilkan offside.
Dari Lemparan ke Dalam
Pemain tidak bisa dihukum offside jika menerima bola langsung dari throw-in atau lemparan ke dalam.
Jadi, pemain boleh berdiri dekat garis pertahanan lawan saat menerima lemparan, selama situasinya langsung dari throw-in.
Dari Tendangan Gawang
Pemain juga tidak bisa dihukum offside jika menerima bola langsung dari goal kick atau tendangan gawang.
Ini penting untuk tim yang suka membangun serangan cepat dari belakang.
Dari Tendangan Sudut
Tidak ada offside langsung dari corner kick atau tendangan sudut.
Alasannya sederhana. Bola berasal dari garis gawang, sehingga penerima bola tidak berada lebih dekat ke garis gawang lawan daripada bola.
IFAB menyebut pemain tidak melakukan pelanggaran offside jika menerima bola langsung dari tendangan gawang, lemparan ke dalam, atau tendangan sudut.
Hukuman Jika Terjadi Offside
Jika pemain melakukan pelanggaran offside, tim lawan mendapat tendangan bebas tidak langsung.
Tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari tempat pemain offside aktif terlibat dalam permainan. IFAB menjelaskan bahwa hukuman offside adalah indirect free kick dari lokasi pelanggaran terjadi.
Artinya, wasit tidak selalu mengambil titik saat pemain berdiri offside. Titiknya bisa berdasarkan lokasi saat pemain menyentuh bola, mengganggu lawan, atau mendapat keuntungan.
Apakah Offside Bisa Dapat Kartu?
Biasanya offside tidak menghasilkan kartu.
Offside adalah pelanggaran teknis, bukan pelanggaran keras atau tindakan tidak sportif.
Namun, kartu tetap bisa diberikan jika ada tindakan lain. Misalnya pemain sengaja membuang waktu, protes berlebihan, atau melakukan pelanggaran setelah peluit.
Contoh Offside yang Mudah Dipahami
Offside sering lebih mudah dipahami lewat contoh.
Contoh 1: Umpan Terobosan ke Striker
Gelandang memberi umpan ke striker.
Saat bola dioper, striker sudah berada di belakang bek terakhir dan lebih dekat ke gawang lawan. Striker lalu menerima bola.
Ini offside.
Contoh 2: Pemain Berdiri Offside tapi Tidak Ikut Bermain
Seorang winger berdiri di posisi offside.
Bola justru dioper ke gelandang lain yang datang dari posisi onside. Winger tidak mengejar bola dan tidak mengganggu lawan.
Ini bukan offside.
Contoh 3: Menghalangi Pandangan Kiper
Pemain berdiri di posisi offside di depan kiper.
Temannya menendang dari luar kotak penalti. Bola masuk ke gawang, tapi pemain offside menghalangi pandangan kiper.
Gol bisa dibatalkan karena pemain offside mengganggu lawan.
Contoh 4: Rebound dari Tiang
Pemain A menendang bola ke gawang.
Bola membentur tiang. Pemain B, yang sejak awal berada di posisi offside, mengambil bola rebound dan mencetak gol.
Ini offside.
Contoh 5: Umpan dari Belakang Bola
Winger masuk ke kotak penalti sambil membawa bola.
Striker berlari sejajar atau sedikit di belakang bola. Winger mengoper ke striker, lalu striker mencetak gol.
Ini bukan offside, karena striker tidak berada di depan bola saat umpan diberikan.
Offside karena Bola dari Lawan, Bagaimana Aturannya?
Ini bagian yang sering bikin bingung.
Kalau bola terakhir disentuh lawan, pemain yang sebelumnya offside belum tentu langsung aman.
Deliberate Play dan Deflection
IFAB membedakan antara deliberate play dan deflection.
Jika lawan benar-benar sengaja memainkan bola dengan kontrol yang jelas, situasi offside bisa dianggap reset. Namun, jika bola hanya memantul, terdefleksi, atau mengenai lawan tanpa kontrol, pemain yang sejak awal offside tetap bisa dihukum. IFAB dan FIFA pernah memperjelas panduan ini agar pemain yang jelas berada di posisi offside tidak otomatis menjadi onside hanya karena lawan menyentuh bola.
Contohnya:
- Bek sengaja mengoper bola, tapi salah arah. Pemain lawan bisa jadi onside karena bek memainkan bola dengan sengaja.
- Bek terkena bola pantulan dari tembakan keras. Pemain lawan yang sejak awal offside tetap bisa dihukum jika mengambil bola.
Bedanya ada pada kontrol dan tindakan pemain bertahan.
Kenapa Offside Sering Diperdebatkan?
Offside sering jadi perdebatan karena momennya sangat cepat.
Dalam hitungan detik, wasit dan asisten wasit harus melihat posisi pemain, arah bola, waktu umpan, dan keterlibatan pemain dalam permainan.
Garis Offside Bisa Sangat Tipis
Kadang hanya bahu, lutut, atau ujung kaki yang lebih maju.
Karena tangan dan lengan tidak dihitung, bagian tubuh yang bisa mencetak gol menjadi patokan utama. IFAB menyatakan tangan dan lengan semua pemain, termasuk kiper, tidak dihitung dalam penentuan posisi offside.
Pemain Tidak Menyentuh Bola tapi Tetap Berpengaruh
Ini yang sering membuat penonton bingung.
Pemain bisa dihukum offside karena mengganggu pandangan kiper, menghalangi lawan, atau membuat gerakan yang memengaruhi lawan.
Jadi, offside bukan hanya soal menerima bola.
Cara Menghindari Offside untuk Pemain
Pemain depan harus pintar membaca garis pertahanan lawan.
Lihat Posisi Bek Terakhir
Sebelum berlari, lihat posisi bek terakhir.
Jangan hanya fokus ke bola. Perhatikan garis pertahanan lawan dan timing umpan dari teman.
Striker yang bagus sering bergerak sejajar dengan bek, lalu sprint saat bola mulai dilepas.
Jangan Terlalu Cepat Berlari
Banyak pemain terkena offside karena berlari terlalu cepat.
Timing lebih penting daripada speed.
Tahan langkah setengah detik bisa membuat pemain tetap onside dan punya ruang lari yang lebih bagus.
Gunakan Gerakan Melengkung
Penyerang bisa memakai gerakan melengkung saat mengejar umpan terobosan.
Gerakan ini membantu pemain tetap sejajar dengan bek sebelum bola dilepas, lalu masuk ke ruang kosong setelah umpan berjalan.
Komunikasi dengan Pengumpan
Offside juga bisa terjadi karena timing antara pengumpan dan penerima tidak sinkron.
Pemain depan harus memberi kode. Gelandang juga harus tahu kapan waktu terbaik melepas bola.
Komunikasi kecil bisa mengurangi banyak kesalahan offside.
Sudut Pandang Pelatih: Offside Bukan Cuma Aturan, Tapi Taktik
Offside bisa menjadi bagian dari taktik tim.
Tim bertahan bisa memakai garis tinggi untuk menjebak lawan dalam posisi offside. Tapi taktik ini butuh koordinasi yang sangat rapi.
Offside Trap
Offside trap adalah strategi saat lini bertahan naik bersama untuk membuat penyerang lawan berada di posisi offside.
Taktik ini berisiko.
Jika satu bek terlambat naik, jebakan gagal. Penyerang lawan bisa lolos sendirian ke gawang.
Karena itu, offside trap butuh komunikasi, disiplin, dan pemahaman posisi.
Latihan Garis Pertahanan
Pelatih bisa melatih garis pertahanan dengan game situasional.
Bek harus belajar kapan naik, kapan turun, dan kapan menjaga jarak dengan striker.
Latihan seperti ini lebih efektif jika pemain memakai jersey latihan dengan warna yang jelas. Dalam sesi taktik, warna jersey membantu pemain cepat mengenali rekan setim dan lawan.
Untuk sekolah, akademi, komunitas, dan klub amatir, Garuda Sport Apparel mendukung kebutuhan custom jersey sepak bola yang nyaman dipakai untuk latihan taktik, game internal, dan pertandingan. Desain bisa disesuaikan dengan warna klub, logo, nama pemain, dan nomor punggung.
Kesimpulan
Offside adalah aturan posisi dalam sepak bola.
Pemain berada di posisi offside jika bagian kepala, badan, atau kaki berada di setengah lapangan lawan dan lebih dekat ke garis gawang lawan dibanding bola serta pemain lawan kedua terakhir.
Namun, posisi offside saja belum tentu pelanggaran. Pemain baru dihukum jika aktif terlibat dalam permainan, mengganggu lawan, atau mendapat keuntungan dari posisi tersebut.
Tidak ada offside langsung dari tendangan gawang, lemparan ke dalam, dan tendangan sudut.
Jika terjadi offside, hukumannya adalah tendangan bebas tidak langsung untuk tim lawan.
FAQ
1. Apa itu offside dalam sepak bola?
Offside adalah pelanggaran posisi ketika pemain berada di posisi offside lalu aktif terlibat dalam permainan setelah bola dimainkan oleh teman satu tim.
2. Apakah berdiri di posisi offside langsung jadi pelanggaran?
Tidak. Berada di posisi offside saja bukan pelanggaran. Pemain baru dihukum jika menyentuh bola, mengganggu lawan, atau mendapat keuntungan dari posisinya.
3. Bagian tubuh apa yang dihitung dalam offside?
Bagian tubuh yang dihitung adalah kepala, badan, dan kaki. Tangan serta lengan tidak dihitung dalam penentuan offside.
4. Apakah ada offside dari lemparan ke dalam?
Tidak. Pemain tidak bisa dihukum offside jika menerima bola langsung dari lemparan ke dalam, tendangan gawang, atau tendangan sudut.
5. Apa hukuman jika terjadi offside?
Hukuman offside adalah tendangan bebas tidak langsung untuk tim lawan dari tempat pemain offside aktif terlibat dalam permainan.
Offside dalam Sepak Bola: Pengertian, Aturan, Contoh, dan Hukumannya
Lay up shoot adalah salah satu teknik finishing paling penting dalam bola basket. Teknik ini dipakai saat pemain berada dekat... selengkapnya
Tendangan sudut futsal atau corner kick sering terlihat simpel. Bola ditaruh di sudut lapangan, lalu ditendang ke teman satu tim.... selengkapnya
Badminton atau bulu tangkis adalah salah satu olahraga raket paling populer di dunia. Permainannya cepat, seru, dan mudah dimainkan oleh... selengkapnya
Mengontrol bola adalah skill dasar yang sering diremehkan. Padahal, dalam sepakbola, sentuhan pertama bisa menentukan arah permainan. Kontrol bola yang... selengkapnya
Futsal terlihat simpel. Lapangannya kecil. Pemainnya sedikit. Bolanya juga lebih mudah dikontrol dibanding sepak bola lapangan besar. Tapi begitu masuk... selengkapnya
Back pass adalah operan ke belakang dalam permainan bola basket. Teknik ini dipakai saat pemain ingin mengalirkan bola ke rekan... selengkapnya
Dribbling adalah teknik dasar yang wajib dikuasai dalam bola basket. Tanpa dribbling yang baik, pemain akan sulit membawa bola, melewati... selengkapnya
Passing adalah teknik mengoper bola ke teman satu tim. Dalam bola basket, passing tidak bisa asal lempar. Arah, tenaga, timing,... selengkapnya
Ukuran lapangan futsal tidak bisa asal dibuat. Lapangan yang terlalu kecil bisa membuat permainan terlalu padat. Lapangan yang terlalu besar... selengkapnya
Memilih sepatu futsal tidak bisa asal keren. Model boleh bagus. Warna boleh mencolok. Tapi kalau solnya licin, ukurannya salah, atau... selengkapnya
Jersey futsal Garuda Sport Apparel ini hadir dengan motif brush diagonal yang tegas, berani, dan penuh karakter. Kombinasi warna merah… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJersey futsal Garuda Sport Apparel ini hadir dengan motif chevron geometris yang tegas, rapi, dan sporty. Perpaduan warna marun dan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJersey futsal Garuda Sport Apparel ini hadir dengan motif sisik geometris yang unik, tajam, dan berbeda. Perpaduan warna tosca, kuning,… selengkapnya
*Harga Hubungi CS